Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Resah dalam Rindunya

Perempuan yang malang Dan merasa bimbang Berpapasan dengan rindu Tak pernah bertemu Bercerita lewat pesan di ujung malam Kadang ia salurkan suara Hatinya berbicara Tak tersampaikan Rasa rindunya Hatinya kini telah mati rasa Resahnya tak kunjung reda Sungguh tak pantas dia Perempuan itu Tak pantas tuk lara Sedihnya Resahnya Rindunya Tak kunjung reda Tertera konflik dalam puisinya Tertuang resahnya dalam setiap malam Kadang hening sejenak pun datang Pikirkan sejuta Kalimat bahagia Tuk hapuskan duka Dalam kisahnya Ia menangis Menunggu kabar dengan cemas Tawanya hilang Di pagi menjelang Tumbuhkan rasa Tumbuhkan animo Untuk bertemu dengannya

Pulang

Terkumpul kisah Eloknya cerita Kala ku jauh Dari sana Terbawa semua Kenangan yang ada Saat ku jauh Dari sana Suatu saat nanti Ku akan kembali Rindukan kehangatan Pulang Ku melangkah Menuju rumah Ku rindukan semua Ceritaku di sana Yang tak kan pernah ku lupa Tersisip rindu memori masa lalu Kala ku mengingatmu Rumahku

Cerita Kopi dan Teh (Imajiku)

Dirimu sukai kopi pahit Diriku sukai teh manis Terlintas di dalam pikiranku Kapan kita dapat duduk semeja ? Duduk bersama Bercengkrama penuh canda tawa Bercerita tentang angan dan mimpi Membuat ku terlena akan segalanya Tersimpan di dalam imajiku Mungkin ku harus menunggumu Menambahkan gula ke dalam kopimu Menyatukan semua menjadi manis Satu ketetapan yang harmonis Tersimpan di dalam imajiku saat kita Namun tak mengapa Kita tinggal dalam satu planet bumi Dimana kudapat melihat tingkahmu Di iringi pesona wajahmu.

Penulis Sajak Isi Hati

Berawal ketika sang penulis tiba disini Menceritakan perasaan Berlanjut hingga waktu yang lama Pesan yang sampai itu Berlanjut hingga waktu yang lama Penulis bercerita tentang tangisnya Pembaca dibuat terlena olehnya Ia ceritakan sebuah keindahan dalam resah yang berkelanjutan Para penulis tau bagaimana dia bisa menahan kesedihan itu Diam adalah pilihan, rasa yang tak bisa di ungkapkan Rasa cemas tiba Akankah sang penulis menghilang Atau mungkin tak akan datang Sang pembaca pun lara Tak bisa pentingkan ego untuk hadir dan menyapa Akankah sang penulis menghilang begitu saja Berharap semua berlanjut kembali Ketika datang pesan yang sekedar bercerita Dan membagikan sajak karya Atau mungkin, Memperdengarkan suara itu Nyanyian sisipan kala bertukar cerita. Sang pembaca menunggu hadirnya sang penulis itu Yang datang, beriringan dengan sajak isi hatinya